Movie : The Dark Knight
Prepost : Biarpun rada telat, tapi bolehlah kasih komentar film ini dengan ocehan khas saya :p
Ndak tau kenapa tiba-tiba mak bedunduk saya kok jadi pengen mengomentari film ini. Ndak kenapa-kenapa sih, cuma setelah awal-awal banyak postingan ndak jelas, akhirnya ada juga yang (agak) jelas. Jadi apakah blog ini akan sok2 jadi blog komentator film kayak acara wisata kuliner gitu? Hm… gak tau juga ya, ini belum jelas, masih perlu diselidiki kayaknya.
Pastinya, alasan utama saya mengomentari film ini adalah karena saya dibayari gratisan amat terpesona dengan ceritanya, musiknya, Jokernya, segalanya! Cuma satu kata yang bisa terucap buwat film ini : Kuweren buwanget! (eh, dua kata yo itu, halah).
Main spot dari film ini tentu saja adalah ceritanya. Gak kayak film-film superhero yang udah-udah, film ini bener-bener ‘gak superhero banget’, begitu membumi malah. Cerita gak lagi berputar di sang batman dan peralatan canggihnya yang flashy. Malah bisa dibilang batman bukan lagi center of the universe. Porsi semua tokoh utamanya cenderung seimbang. Peran lieutenant Gordon, jaksa wilayah Harvey Dent, Rachel Dawes, Joker dan tentu saja Batman sendiri terasa sama kuat, hilangin satu aja, gak bakalan jadi The Dark Knight!
Semua konflik yang berputar di film ini digambarkan dengan begitu alami. Gak ada yang terkesan ‘maksa’. Misalnya kenapa Harvey Dent bisa berubah (secara mental dan psikis) jadi two-face, kota Gotham yang angkuh, gelap berselimut kejahatan dan korupsi, emosionalnya Batman waktu mengintrogasi Joker, serta stresnya lieutenant Gordon saat menghadapi serangan Joker yang terakhir (kerasa banget, sampai saya sendiri pengen jambak2 rambut sendiri, dah kayak setengah gila ~X( ). Alasan kenapa ada Batman di Gotham yang udah dibahas di Batman Begins diperkuat lagi di sini, dengan adanya Joker tentu saja. Yupz, Joker. Psikopat gila bertampang badut yang sampai sekarang bikin saya ndak abis pikir, kok ada orang ya model² gini?
Joker di sini gak lagi digambarkan komikal seperti batman zaman tahun 80-an. Joker yang sekarang adalah Joker yang awut-awutan dan serampangan. Joker yang sekarang adalah Joker yang bisa nembak kepala orang dengan gampang sambil ketawa sinis dan bilang ‘Why so serious?’. Joker yang sekarang adalah teroris brutal nan brilian yang bisa menekan detonator bom semudah kita mainin remote control televisi. Teroris? Yupz, bener-bener teroris. Dan biarpun ia sempat berkata ‘…Aku bukan orang yang suka berencana, aku hanyalah seekor anjing yang sedang mengejar mobil, gak tau mesti ngapain kalo udah terkejar …‘ namun rencananya yang cemerlang untuk bikin bencana total di Gotham bikin saya geleng-geleng kepala. Apa yang dilakukan Joker bikin saya miris betapa gampangnya orang baik-baik dan terhormat seperti Harvey Dent bisa dibuat menjadi jahat dan kejam. Peran Joker ini bahkan terasa lebih mencengkeram ketimbang Batman yang ‘begitu-begitu’ aja. Dan walaupun akhirnya ia berhasil ditangkap oleh Batman, Joker tetaplah menang. “I took Gotham’s ‘White Knight’ and I…brought him down to our level’. Yupz, ia telah memainkan kartunya yang terakhir, Ia berhasil membuat Harvey Dent menjadi sama jahatnya dengannya yang memaksa Batman ‘menanggung dosa’ Dent dan jadi buruan polisi.
Abis liat film ini, saya tarik nafas dalam-dalam. Ceritanya bener-bener membekas sampai besok paginya, bikin sentimentil persis kayak ibu-ibu pas nonton sinetron sedih (duh, berlebihan). Pertanyaannya, apakah sekuelnya bakalan sebagus ini? Kalo iya, whew, hm… gak sabar nunggu deh.
Ngintip²
- The Joker
- The Dark Knight
- The Man Behind
- The Attorney
- The Girl Between
- The Clown
- The Butler
- Lucius
- On the Batpod
- On The Speed
Favorite Quotes:
[Batman pada Gordon] Sometimes, the truth isn’t good enough. Sometimes people deserve more. Sometimes people deserve to have their faith rewarded.
[Joker] I believe… whatever doesn’t kill you simply makes you…stranger.
[Joker] I’m like a dog chasing cars. I wouldn’t know what to do with one if I caught it! You know? I just…do things.
[Harvey Dent] You either die a hero, or you live long enough to see yourself become the villain.
[Harvey Dent] I don’t leave anything up to chance, I make my own luck.
[Gordon] He’s the hero that Gotham deserves, but not the one it needs right now … and so we’ll hunt him … because he can take it … because he’s not a hero… he’s a silent guardian, a watchful protector… a Dark Knight.
Sumber : wikiquote
Hot Links
- The Dark Knight Official Website
- Soundtrack Download (Not recommended, selain ilegal :p , masih banyak errornya)










pengin comment aja soal the fall down of harvey dent.
| Terkirim 3 years, 6 months agohmmm berubahnya dia menurutku karena hilangnya “cinta dalam hidupnya” (uwih uwih). seriously, seseorang yang terluka sedemikian parahnya (fisik dan mental), tanpa dukungan orang yang dia cintai… hmmm could do extreme things. so, be careful where you entrust your love (kalimat ini pasti ndak lolos standar toefl).
jadi benernya film ini juga ttg dark love story. everything is dark!!
Dark, seriously, but love it, (jadi pengen nonton lagi
)
| Terkirim 3 years, 6 months agoayo tah, nonton lagi. tapi kamu bayar sendiri kali ini
(tapi ngapain aq nonton lagi? maggie gyllenhall jelek)
| Terkirim 3 years, 6 months agohalo sodara kembar, terima kasih sudah datang dan menyapa saya… postingannya keren! salam
| Terkirim 3 years, 6 months ago