(not)untitled(anymore)



Ladies (and Gents), Why Sad? Be Happy!

Kenapa harus ada kesedihan di dunia ini ya? Duh, pertanyaan yang aneh, sama aja kayak nanya kenapa hidung ada lubangnya. Di dunia ini segalanya diciptakan berpasang-pasangan(seperti halnya lobang hidung), ada senang maka ada sedih. kalau adanya senang aja, maka hidup jadi gak menarik. Sedih lah yang membuat senang jadi lebih berarti *sok filosofis, yeah-yeah*.

Trus? Nah itu dia, seperti halnya tertawa, sedih itu menular. Heh? Nular? Yupz. Mungkin anda tidak menyadari waktu Anda tertawa, orang di sekitar Anda yang gak ngerti apa-apa bisa ikutan ketawa, biarpun dia sendiri heran kok dia bisa ketawa ya :p. Eh, ini beneran lho, udah dibuktikan, dan memang manjur mandraguna (halah). 

Lalu? Gimana dengan sedih? Sedih itu menular juga, tapi menular dengan cara yang berbeda. Kalo misalnya diibaratkan penyakit, nularnya ketawa itu kayak nularnya batuk, hari ini Anda batuk, besok-besok sebelah-sebelah Anda pasti ada yang ikutan batuk. Sementara sedih lebih lambat, kayak apa ya? Kayak AIDS, ‘kali. Hari ini ada yang kena AIDS (duh, amit-amit, moga aja nggak), baru lima taun lagi sebelah-sebelahnya ketahuan ketularan, entah bagaimana :p.

Tanda-tandanya? Orang sedih biasanya dieem aja, gak mau diganggu, tipe-tipe ‘ganggu diriku, kubacok dirimu mode on’. Diamnya relatif, tapi biasanya, dalam hati mereka meratap ‘Why?!!!!!!!!!!!’. Yang seperti ini nggak boleh dibiarkan berkepanjangan. Ada tipe orang yang hanya curhat sebentar, dan besoknya udah ceria lagi. Ada juga yang cuma tidur aja, besoknya udah lupa masalahnya. Ada yang menyerahkan semuanya pada yang Maha Kuasa (penting nih), dan setelah itu kembali jinak. Ada yang easy going, dan berpikir, hidup cuma sekali, ngapain juga dibikin sedih? Dan … ada juga yang kalo sedih, sedihnya berkepanjangaaaaan, gak selesai-selesai, biarpun udah berkali-kali sesi curhat, mirip sinetron, ada season 1, season 2 sampe season 12. Ditambah lagi masalah yang dulu-dulu pun jadi teringat lagi, merasa hidup paling menderita, merasa diri tidak berdaya, merasa hidup tak berguna, merasa Tuhan begitu tidak adil, merasa diri begitu kecil, merasa saya begitu ganteng (lho?). Sedih level ini biasanya punya potensi nular. Dan, nularnya bisa aja gak tanggung-tanggung lho. 

Ngeliat orang murung, kita pasti bertanya-tanya ‘Ada apa ya?’ Jika kita berteman dekat dengan orang itu, kita mungkin bisa tahu dan (coba) mengerti. Tapi jika tidak berteman dekat? Bisa interpretasi macem-macem. ‘Jangan-jangan gak bahagia kerja di sini’. ‘Jangan-jangan dimarahi HRD’. ‘Jangan-jangan kesurupan’. ‘Jangan-jangan udah diapa-apain sama si bos, bos kan emang gitu’ (dinasehatin maksudnya :p). Oke, mungkin gak segitunya, tapi yang jelas, kemungkinan timbulnya prasangka (dan gosip) gak enak itu selalu ada, dan itu sedikit banyak berpengaruh dengan pandangan dan mood di sekitar orang tersebut.Saya suka dimarahin temen, kalo pas liat ada temen (cewek) lagi sedih, dan saya ajakin bercanda. Dibilang ndak sensitif lah, ndak ngerti lah, ndak memahami perasaannya lah. Haduh, iya dehhh, cewek memang butuh dimengerti (puas? Puas?!). Mungkin emang kodratnya ya, cewek dengan segala jenis onderdil perasannya memang dianugerahi sensitifitas yang tinggi. Bukan berarti cowok gak bisa sedih, cowok juga bisa sedih (dan butuh dimengerti :p). Shit happens, and shit happens to everyone!! No exceptions!! Girls or Boys!! Ladies or Gents!!

Kok rasanya gak lucu ya, kita sedih, lalu bulan depan masih sedih, bulan depannya masih sedih juga, eh bulan depannya masih sedih juga. Dan tanpa kita sadari, temen-temen di sekitar kita udah pada ngilang? Pada ke mana? Bunuh diri bareng gara-gara ngira kita sedih karena ulah mereka. OK, itu berlebihan, tapi kayaknya mungkin. Paling nggak, pandangan orang di sekitarnya jadi berubah lah.

Jadi? Be happy!! Saya tahu kata-kata ini sudah diteriakkan jutaan kali di televisi, acara motivasi, media cetak, media online, blog bahkan stensilan dan foto kopian. Jika Anda sedih dan mengira diri Anda adalah manusia paling sial di dunia. Hei, there’s actually no single lucky person in this world. Lucky person is one who sees life positively and simply. Orang yang beruntung adalah orang yang memandang hidup ini dengan positif, dan, simpel. Kejedot pintu, langsung bilang dalam hati ‘Wuah, kepalaku kuat banget ya, pintu aja sampe goyang, bentar lagi jebol nih’ (padahal benjol), dan bukannya berpikir ‘Duh, sialan, ini kenapa pintu ada di sini sih, pasti ada yang sengaja naruh posisi gini, kurang ajar, pasti dia iri sama aku!!’ atau malah ‘Duh, ini pertanda apa ya? Jangan-jangan kucingku mati? Kucingku di manaa?!’ (padahal gak punya kucing).

Masalah itu akan selalu ada, dan kesedihan takkan bisa dihindari oleh siapapun, termasuk saya. Kesedihan itu tidak bisa dihilangkan kecuali kita sendiri sadar dan rela membuangnya jauh ke belakang, serta mulai memandang hidup secara lebih positif dan sederhana. So? Get a move on!! Now!


Tinggalkan sebuah Komentar

(wajib)

(wajib)



Atur penampilan komentar anda
Kembali ke Atas | Area teks Lebih besar | Lebih kecil