(not)untitled(anymore)


Ladies (and Gents), Why Sad? Be Happy!

Masalah itu akan selalu ada, dan kesedihan takkan bisa dihindari oleh siapapun, kecuali kita sendiri sadar dan rela membuangnya jauh ke belakang

Iklan

Movie : The Dark Knight

quote test


Majibu : Karakteristik Golongan Darah

Prepost : Setelah dua minggu lebih 1 hari dan 9 jam, posting sayah yang terbaru terbit juga. Dan tetap seperti yang sudah-sudah, isi posting ini bener-bener gak penting (dan gak jelas tentu saja). Biarpun begitu perlu diingat dan dicamkan bahwa setelah peristiwa ‘membulatkan tekad‘ yang fenomenal dan telah menjadi tonggak sejarah berdirinya blog ini, ia akan mulai menemukan tujuan hidupnya (sok filosofis, halah).

Masih prepost : Judul posting ini bener-bener ilmiah (saya bilang ‘bener2’ karena saya sendiri teramat sangat langka bersentuhan dengan yang begini2, bikin kepala puyeng :p) kecuali pada istilah ‘majibu’. Buat yang belum tau apa itu majibu, klik di sini dan Anda akan tau betapa tidak ilmiah (dan gak pentingnya) judul di atas (tapi tetep Anda baca juga sampe di sini┬á ­čśÇ ).

Udah gak prepost : Kisah ini bermula saat empat orang bersaudara memulai kisahnya ….

warning buat yang fakir benwit


Gereja Diserang Kelompok Massa, Pendeta Tewas Mengenaskan – Polisi Telambat ke TKP

Satu orang pendeta selamat dan menjadi satu-satunya saksi kunci!



Klik di sini buwat ngeliat (bingung naruh FLV di WP)

Dapet dari kaskus (di sini tepatnya), bukan mbajak loh. Moga2 gak dianggep SARA :p


Akhirnya Datang Juga ….

Akhirnya datang juga ….

(duh, gak kreatif banget aku bikin judul)

Ehm, ehm, pertama-tama tulisan ini dimaksudkan untuk mengawali, dan bukannya niru┬▓ acara gak jelas di stasiun tipi yang juga gak jelas (disebut gak jelas, karena kalo saya sebut nama, ntar dibilang promosi, baidewei acara itu juga niru acara sejenis di amrik sono (yang gak jelas juga? ampun dah, jangan tanya saya!)). Dan karena ini tulisan pertama di blog saya jadi memang mestinya ada sedikit unsur perkenalan (kalo yang ini baru jelas). Perkenalan apa? Ya… perkenalan diri dan e… sejarah berdirinya blog mungkin, istilahnya the dawn of the dead lah (bener gak ya nulisnya?).

Sungguh, ibu guru bahasa Indonesia saya waktu SD pasti kaget terus cekek leher saya kalo liat tulisan ini dipenuhi dengan kurung buka (‘(‘) dan kurung tutup (‘)’) bergelimpangan gak karuan di mana┬▓, kayak kurung buka dan kurung tutup stoknya melimpah aja. Itu belum ditambah dengan istilah┬▓ gak aturan baku, yang hm… yo wis lah, masa mau dibikin kayak skripsi? (Baidewei, Bu Guru, saya cuma b-tjanda, jangan cekek saya yah)

Cerita berawal pas saya barusan dapet koneksi internet yang nikmat. Nikmat? Yupz, karena yang pake gak banyak, ruangannya gak rame kayak pasar (gak kayak ruang lab di sono), nyaman, kenceng, dan yang paling penting, gak di-payerwol firewall (semoga adminnya gak baca ini, ntar diblok lagi). Dan seperti villagers lain yang baru liat internet, dicobalah itu semua asyik masyuknya internet. Dari yang paling senonoh sampai yang paling … senonoh lah (ini di kantor, euy, masa saya mau buka yang gitu┬▓, gengsi dunk, ntar dikira orang kampung yang baru liat internet). Dari chatting berjam┬▓ (sambil sok┬▓ kerja, dan bukannya kerja sambil sok┬▓ chatting), buka┬▓ artikel sampai donlot┬▓ junk food (dengan muka tak berdosa, liat temen2 sekantor mencak┬▓, internetnya jadi lemot :p).

Eit, eit, kok putus di sini yah?


Hello world!

‘Hello world’ adalah kalimat bersejarah yang (katanya) sering ditampilkan waktu pertama kali programmer belajar bahasa pemrograman. Dan karena posting ini mengandung nilai sejarah (biarpun cuma posting contoh bawaan WordPress), maka saya tidak akan menghapusnya.

Baidewei, ini bukan posting pertama saya, mohon dicamkan. Jadi posting keberapa dunk? Ya posting ke nol, prolog gitu.